jadi kalo ada yang ga percaya hari akhir, surga neraka, masih muslimkah.
terkadang kita menganggap ucapan adalah hal yang sepel, padahal adalah hal yang snagat berat.
ucapan merupakan anak panah yang lepas dari busurnya.
misal kita bilang "beli kue" di depan penual kue tapi hati kita tidak menyatakan begitu, kira-kira penual kue akan mengambil kue atau tidak?
tentu saja mengambil. tidak mungkin penjualnya tanya, "itu dari hati apa tidak?"
0 Response to "Percaya kepada hari akhir"
Post a Comment